Grand Hyatt tower by UNStudio

Posted by Zefiansyah On Mei - 22 - 2009

Dutch architect Ben van Berkel of UNStudio has won a competition to design a tower that will house the Grand Hyatt Hotel in Frankfurt, Germany.. ....

Step Up on Fifth by Pugh + Scarpa Architects

Posted by Zefriansyah On Mei - 22 - 2009

Santa Monica practice Pugh + Scarpa Architects have completed a building to provide homes, support services and rehabilitation for homeless and mentally disabled people in Santa Monica, California.......

The Yas Hotel by Asymptote

Posted by Zefriansyah On Mei - 19 - 2009

The Yas Hotel by Asymptote architects is nearing completion in Abu Dhabi, UAE....

Penang Global City Center by Asymptote

Posted by Zefriansyah On Mei - 19 - 2009

The million square metre mixed-use development features two sixty-story towers and is part of the Malaysian government’s plans to boost economic growth in the area....

Download AutoCAD Mechanical 2010

Posted by Zefriansyah On Mei - 19 - 2009

Autodesk AutoCAD Mechanical 2010 Autodesk AutoCAD Mechanical 2010 WIN32-ISO....

Showing posts with label History. Show all posts
Showing posts with label History. Show all posts

Menara pisa dibangun pada 9 Agustus 1173 dan selesai pada tahun 1370 dimana ketinggian menara ini mencapai 185 kaki dengan baratnya 14.000 ton. Yang menjadikan menara ini terkenal adalah kemiringan yang dibuatnya, akan tetapi kemiringan ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi
Italy karena kemiringan yang dibuat mencapai 5.5 derajat atau 17 kaki dari seharusnya.

Dari kemiringan tersebut menjadikan beban mati struktur akan ditahan pada salah satu bagian dinding yaitu dinding sebelah selatan atau sesuai dengan arah kemiringannya. Menurut John Burland pada simulasi komputer kemiringan maskimal yang bias ditahan hanya 5.44 derajat akan tetapi saat ini lebih dari itu dan harus diupayakan untuk mengurangi kemiringannya tanpa menjadikannya lurus supaya menara tidak runtuh.

Upaya meluruskan pernah dilakukan oleh diktator fasis Benito Mussolini pada tahun 1933 dengan cara menyuntikkan semen kefondasi bukan ketanah dan akhirnya menjadikannya miring 3.5 inchi.

Beberapa tahun kemudian menara ini tetap mengalami kemiringan hingga menjadikannya tertutup untuk dinaiki bagi umum pada tanggal 7 januari 1990. Kemudian beberapa upaya untuk mengurangi kemiringan dilakukan, pada tahun 1993 diberikan pemberat pada bagian utara menara tetapi mendapat protes yang cukup besar bagi masyarakat pisa, alau muncul ide membangun cincin beton disekitar dasar menara dimana ada 10 kabel dipasang 50 kaki kebawah tanah tetapi ide ini mengharuskan menggali tanah disekitar dasar menara yang diketahui terdapat sumber air. Penggalian disekitar dasar fondasi sebelumnya pernah dilaksanakan pada akhirnya ada aliran masuk ke area sekitar menara hingga menjadkannya miring, maka perlu ada solusi tambahan yaitu membekukan tanah dengan nitrogen cair sehingga akan menjadi penghalang fisik untuk air mengalir ke tempat penggalian tetapi saat digali ternyata pada sekitar dasar fondasi terdapat cincin, usaha pembekuan tanah tetap dilakukan ternyata menjadikan adanya pergerakan 1/16 inci kearah selatan (bertambah miring ) karena saat air dalam tanah membeku, tanah mengembang dan mendorong beton kedasar lebih dalam hingga menciptakan celah antara cincin dan menara, saat tanah kembali mencair menara akan menekan cincin kembali pada akhirnya menjadikannya lebih miring.

Tahun 1998 mulai ada ide baru yaitu ekstrasi tanah, tanah akan diangkat disebelah utara tanah yang tersisa akan memadat untuk mengisi celah yang tercipta, dan hingga akhirnya akan stabil. Kemiringan yang diperoleh dari ekstrasi tanah yaitu 0.5 inci ke arah utara (berlawanan dengan kemiringan). Saat ini kondisinya stabil seperti tahun 1838 yakni dengan kemiringan 18 inches (45 centimetres). Inilah hasil pekerjaan berat dari tim yang salah satu anggotanya adalah Prof John Burland Ahli Mekanika Tanah Imperial College London. (by zefry)

Sejarah Arsitektur Ka'bah

Posted by Zefriansyah On 1:54 AM 1 comments

Sejarah Ka’bah

Ka’bah adalah sebuah bangunan mendekati bentuk kubus yang terletak di tengah Masjidil Haram di Mekah. Bangunan ini adalah monumen suci bagi kaum muslim (umat Islam). Merupakan bangunan yang dijadikan patokan arah kiblat atau arah patokan untuk hal hal yang bersifat ibadah bagi umat Islam di seluruh dunia seperti sholat. Selain itu, merupakan bangunan yang wajib dikunjungi atau diziarahi pada saat musim haji dan umrah. Bagi yang memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.

  • Dimensi struktur bangunan ka’bah lebih kurang berukuran 13,10m tinggi dengan sisi 11,03m kali 12,62m. Juga disebut dengan nama Baitallah.

Sejarah perkembangan

Ka’bah yang juga dinamakan Baitul Atiq atau rumah tua adalah bangunan yang dipugar pada masa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail setelah Nabi Ismail berada di Mekkah atas perintah Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, surah 14:37 tersirat bahwa situs suci Ka’bah telah ada sewaktu Nabi Ibrahim menempatkan Hajar dan bayi Ismail di lokasi tersebut.

Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (Kira kira 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad namun berkat penyelesaian Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah. Lingkungan Ka’bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan tidak diperanakkan (Surat Al Ikhlas dalam Al-Qur’an) . Ka’bah akhirnya dibersihkan dari patung patung ketika Nabi Muhammad membebaskan kota Mekkah tanpa pertumpahan darah.

Selanjutnya bangunan ini diurus dan dipelihara oleh Bani Sya’ibah sebagai pemegang kunci ka’bah dan administrasi serta pelayanan haji diatur oleh pemerintahan baik pemerintahan khalifah Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Muawwiyah bin Abu Sufyan, Dinasti Ummayyah, Dinasti Abbasiyyah, Dinasti Usmaniyah Turki, sampai saat ini yakni pemerintah kerajaan Arab Saudi yang bertindak sebagai pelayan dua kota suci, Mekkah dan Madinah.

Bangunan Ka’bah

Pada awalnya bangunan Ka’bah terdiri atas dua pintu serta letak pintu ka’bah terletak diatas tanah , tidak seperti sekarang yang pintunya terletak agak tinggi sebagaimana pondasi yang dibuat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Namun ketika Renovasi Ka’bah akibat bencana banjir pada saat Muhammad SAW berusia 30 tahun dan sebelum diangkat menjadi rasul, karena merenovasi ka’bah sebagai bangunan suci harus menggunakan harta yang halal dan bersih, sehingga pada saat itu terjadi kekurangan biaya. Maka bangunan ka’bah dibuat hanya satu pintu serta ada bagian ka’bah yang tidak dimasukkan ke dalam bangunan ka’bah yang dinamakan Hijir Ismail yang diberi tanda setengah lingkaran pada salah satu sisi ka’bah. Saat itu pintunya dibuat tinggi letaknya agar hanya pemuka suku Quraisy yang bisa memasukinya. Karena suku Quraisy merupakan suku atau kabilah yang sangat dimuliakan oleh bangsa Arab.

Karena kaumnya baru saja masuk Islam, maka Nabi Muhammad SAW mengurungkan niatnya untuk merenovasi kembali ka’bah sehinggas ditulis dalam sebuah hadits perkataan beliau: “Andaikata kaumku bukan baru saja meninggalkan kekafiran, akan Aku turunkan pintu ka’bah dan dibuat dua pintunya serta dimasukkan Hijir Ismail kedalam Ka’bah”, sebagaimana pondasi yang dibangun oleh Nabi Ibrahim.

Ketika masa Abdurrahman bin Zubair memerintah daerah Hijaz, bangunan itu dibuat sebagaimana perkataan Nabi Muhammad SAW atas pondasi Nabi Ibrahim. Namun karena terjadi peperangan dengan Abdul Malik bin Marwan, penguasa daerah Syam (Suriah,Yordania dan Lebanon sekarang) dan Palestina, terjadi kebakaran pada Ka’bah akibat tembakan peluru pelontar (onager) yang dimiliki pasukan Syam. Sehingga Abdul Malik bin Marwan yang kemudian menjadi khalifah, melakukan renovasi kembali Ka’bah berdasarkan bangunan hasil renovasi Nabi Muhammad SAW pada usia 30 tahun bukan berdasarkan pondasi yang dibangun Nabi Ibrahim. Dalam sejarahnya Ka’bah beberapa kali mengalami kerusakan sebagai akibat dari peperangan dan umur bangunan.

Ketika masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid pada masa kekhalifahan Abbasiyyah, khalifah berencana untuk merenovasi kembali ka’bah sesuai pondasi Nabi Ibrahim dan yang diinginkan Nabi Muhammad SAW. namun segera dicegah oleh salah seorang ulama terkemuka yakni Imam Malik karena dikhawatirkan nanti bangunan suci itu dijadikan ajang bongkar pasang para penguasa sesudah beliau. Sehingga bangunan Ka’bah tetap sesuai masa renovasi khalifah Abdul Malik bin Marwan sampai sekarang. (by zefry)

    Featured-video

    Facebook